Peranan Statistika dalam Riset

Seringkali ketika kita  mendengar kata ‘Riset” atau “Penelitian”  maka yang terbayang dalam benak kita adalah penggunaan Statistik. Apakah memang semua riset itu harus menggunakan Ilmu Statistik? Sebenarnya tidak semua Riset itu harus menggunakan Statistik, terutama adalah Riset kualitatif. Riset dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu Riset Kualitatif dan Riset kuantitatif. Untuk Riset kuantitatif memang penggunaan statistika untuk mengolah data-data yang telah dikumpulkan sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat adalah sesuatu yang pokok, sedangkan untuk riset kualitatif umumnya penggunaan statistik bukanlah sesuatu yang pokok. Mengapa demikian? mari kita lihat pengertian tentang kedua macam riset tersebut, yang saya kutip dari www.wikipedia, sebagai berikut:

..Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Sedangkan penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam.

Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.

Penelitian kualitatif jauh lebih subyektif daripada penelitian atau survei kuantitatif dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama individu, dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup fokus. Sifat dari jenis penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam. Peserta diminta untuk menjawab pertanyaan umum, dan interviewer atau moderator group periset menjelajah dengan tanggapan mereka untuk mengidentifikasi dan menentukan persepsi, pendapat dan perasaan tentang gagasan atau topik yang dibahas dan untuk menentukan derajat kesepakatan yang ada dalam grup. Kualitas hasil temuan dari penelitian kualitatif secara langsung tergantung pada kemampuan, pengalaman dan kepekaan dari interviewer atau moderator group.

Penelitian kuantitatif banyak dipergunakan baik dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu sosial, dari fisika dan biologi hingga sosiologi dan jurnalisme. Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian kualitatif..”

Jadi Penggunaan statistika sangat diperlukan dalam riset kuantitatif seperti riset percobaan di laboratorium, percobaan tentang produktivitas varietas padi  jenis baru di petak sawah, survey konsumen, penelitian tentang khasiat suatu obat baru, dll.  Ilmu statistika tersebut digunakan untuk mengolah data-data yang dikumpulkan atau di ukur  dalam riset tersebut. Pengukuran dan pengumpulan data yang diamati dalam riset kuantitatif selanjutnya di olah dan diinterpretasikan menjadi informasi yang diperlukan oleh si peneliti melalui suatu serangkaian proses pengolahan statistika, baik yang hanya berupa statistika deskriptif seperti nilai rata-rata, nilai modus suatu sampel populasi maupun berupa serangkaian pengujian uji hipotesis.

sameyadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *