Jenis-jenis Data dalam Metode Riset

Riset selalu berkaitan dengan pengolahan data. Lalu apakah yang dimaksud dengan data? Berdasarkan pengertian yang di dapat dari wikipedia, data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti “sesuatu yang diberikan”. Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, citra, ataupun simbol tertentu. Dalam keilmuan (ilmiah), fakta dikumpulkan untuk menjadi data. Data kemudian diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri, hal ini dinamakan deskripsi. Pemilahan banyak data sesuai dengan persamaan atau perbedaan yang dikandungnya dinamakan klasifikasi.

 Jenis data  terbagi menjadi dua macam, yaitu:

  1. Data kuantitatif, yaitu data yang berupa angka-angka, jadi sifat informasi yang dikandungnya berupa informasi angka-angka. Misal data jumlah penduduk di kota surabaya pada tahun 2012, jumlah keluarga di kecamatan gunung anyar surabaya. Data kuantitatif  dapat berupa variabel diskrit, yaitu variabel yang berasal dari perhitungan yang mempunyai sifat bulat tidak dalam bentuk pecahan, dan variabel kontinyu yang merupakan data dari hasil pengukuran. Hasil pengukuran ini tergantung pada keakuratan dari alat ukur yang digunakannya, misalnya data hasil pengukuran tinggi badan Pak Udin adalah 173,12 cm.
  2. Data kualitatif adalah jenis data yang mempunyai sifat non angka, misal data jenis kelamin ada laki-laki dan perempuan, data tingkat pendidikan. Untuk dapat mengolah data kuantitatif ini maka perlu adanya transformasi data kualitatif ke bentuk kuantitatif. Mengapa demikian? Karena pengolahan statistika menggunakan rumus-rumus matematika yang mengolah angka-angka. Untuk transformasi data dari data kualitatif menjadi data kuantitatif harus memperhatikan atribut dari data tersebut. Misalkan data jenis kelamin terdiri dari laki-laki dan perempuan.  Jenis laki-laki dapat kita ubah kedalam angka atau kode  1 (satu) dan data perempuan kita beri kode 0 (nol).

Berdasarkan skala urutan tingkatan, kedua jenis data tersebut (kualitatif dan kuantitatif) dapat dibedakan masing-masing menjadi 2 tingkatan skala, yaitu:

Kualitatif

  1. Skala nominal

Jenis data ini disebut juga sebagai data kategorikal. Skala data nominal tidak memiliki urutan tingkatan, data ini hanya sekedar dapat dibedakan antara kategori satu dengan yang lainnya. Contoh: data jenis kelamin terdiri dari laki-laki dan perempuan. Jenis kelamin laki-laki misalnya kita simbolkan dengan angka 1 dan perempuan kita simbolkan dengan angka 0. Meskipun kita meberi symbol 1 dan 0 pada data nominal jenis kelamin , namun tidak berartimenyatakan laki-laki lebih tinggi atau rendah nilainya terhadap perempuan. Pemberian symbol angka (0 atau 1) hanya sekedar untuk memudahkandalam pengolahan data  saja.

2. Skala Ordinal

Skala data ordinal selain dapat dibedakan, tapi juga memiliki urutan tingkatan. Contoh Tingkat pendidikan (TK, SD, SMP, SMA, Perguruan tinggi, Pasca Sarjana, Doktor), tingkat kepuasan (Tidak puas, agak tidak puas, Biasa saja, agak puas, Puas). Secara Praktik, kita memberi symbol angka pada skala ordinal ini, missal angka 1 sampai 5. Meskipun skala ordinal memiliki tingkatan missal perguruan tinggi lebih tinggi dibanding SMA dan SMA lebih tinggi disbanding SMP, namun ternyata data ini tidak memiliki interval yang jelas, missal kita tidak tahu apakah interval antara perguruan tinggi terhadap SMA DENGAN interval antara SMA dengan SMP nilainya sama?meskipun misalnya kita memberi symbol SMP dengan angka 3, SMA dengan angka 4 dan perguruan tinggi dengan angka 5, pemberian simbol angka ini BUKAN berarti menunjukan arti nilai 5-4 =1 dan 4-3 =1.

 

Skala Kuantitatif :

1.Skala interval

Skala interval selain memiliki sifat skala nominal dan ordinal, tapi juga memiliki interval jarak antara skala datanya. Hanya saja skala data interval tidak memiliki nilai nol (0) yang mutlak. contoh nilai suhu Nol (0) derajat Celcius tidak berarti bahwa pada suhu nol derajat menyatakan tidak ada suhu, tetapi hanya sekedar penunjuk tingkat suhu yang rendah.

2. Skala Rasio

Selain memiliki ciri ketiga jenis skala yang lainnya, skala rasio juga memiliki nilai nol yang mutlak. Apabila menunjuk angka nol (0) maka artinya adalah benar benar nol (0), misalnya hasil pengukuran panjang  benda, jumlah barang yang diproduksi per hari, jumlah hasil panen padi per tanam dalam 1 hektar Tanah, dan lain-lain

sameyadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *