6 Hal penting yang harus diperhatikan ketika ingin membangun merek yang kuat

Memiliki merek yang kuat (ekuitas merek /brand equity) yang di cintai banyak konsumen adalah impian dari para produsen. Merek-merek yang terkenal seperti BMW, Honda,Toyota,  Aqua, Samsung, Nokia,   dll adalah sebagian kecil contoh dari nama-nama merek yang sudah dikenal oleh masyarakat konsumen. Untuk membangun merek agar bisa terkenal dan diterima oleh masyarakat tentu saja memerlukan suatu upaya dan waktu yang tidak sebentar. Semuanya melalui proses yang panjang.

Membangun sebuah merek bisa diperbandingkan seperti membangun sebuah bangunan rumah. Beberapa tahapan ketika membangun sebuah bangunan rumah adalah membuat pondasi, membuat tiang dan tembok, membuat atap dan selanjutnya membuat pintu dan jendela.

Keller, seorang pakar pemasaran dan merek mengatakan bahwa ada 6 elemen untuk membangun sebuah merek yang kuat, yaitu Salience , Imagery, Performance, Feelings, Judgments, dan Resonance.

6 elemen kekuatan merek

1. Brand Salience

Berkenaan dengan aspek-aspek awareness sebuah merek. Pada tahap ini merek tidak hanya harus diketahui saja oleh konsumen namun lebih dari itu, di harapkan konsumen  mampu mengidentifikasi merek tersebut, mengenali kekhasan dari merek, mengenali logo, simbol dan berbagai asosiasi yang berkaitan dengan merek. Elemen salience adalah elemen dasar dari suatu bangunan merek. Bagaimana mungkin sebuah merek bisa dicintai oleh konsumen kalau konsumennya sendiri tidak mengetahui keberadaan merek tersebut.

2. Brand performance

Berkenaan dengan kemampuan produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan fungsional konsumen. Konsumen menggunakan sebuah produk atau jasa karena untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Konsumen membeli bor karena untuk digunakan untuk membuat lubang  yang sesuai dengan keinginannya.

3. Brand Imagery

Berkaitan dengan extrinsic properties produk atau jasa, yaitu kemampuan merek untuk memenuhi kebutuhan sosial dan psikologisnya.  Misal, konsumen membeli mobil mercedes dan jam rolex  karena ingin dianggap sebagai orang yang sukses dalam karirnya.

4. Brand Judgments

Berkaitan dengan pendapat dan evaluasi konsumen terhadap kinerja merek  setelah mereka menggunakannya dan asosiasi citra yang dipersepsikannya. Berkaitan dengan persepsi kualitas yaitu persepsi konsumen terhadap nilai dan kepuasannya, Kredibilatas merek, Pertimbangan konsumen untuk menggunakan merek kembali, dan superioritas merek.

5. Brand Feelings

Berkaitan dengan apa yang dirasakan oleh konsumen. hal ini berkaitan dengan respon dan reaksi emosional konsumen, misalnya, rasa bangga, senang, aman, percaya diri dll.

6. Brand Resonance

Berkaitan dengan hubungan relasi antara konsumen dengan merek tersebut. Resonansi tercermin pada intensitas dan kekuatan hubungan psikologis antara konsumen (pelanggan) dengan merek. Intinya adalah konsumen memiliki loyalitas yang tinggi pada merek bahkan bersedia untuk berperan aktif untuk mempromosikan pada konsumen lainnya.

sameyadi

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *