Berbagai macam klasifikasi Anova berdasarkan jumlah faktor dan Jumlah Perlakuan Subyek

Anova dapat diklasifikasikan berdasarkan  jumlah faktor yang dianalisisnya (Pengertian tentang factor dapat dilihat pada artikel berikut) dan berdasarkan subyek grup perlakuan yang dibandingkan.

  1. Anova berdasarkan jumlah faktornya terbagi menjadi :
  • ANOVA 1 faktor (One way ANOVA), uji Anova satu faktor disebut juga dengan uji Anova desain Random lengkap (keseluruhan). Uji ini menggunakan dasar perlakuan terhadap variable independen untuk menguji apakah ada perbedaan antara rata-rata dari perlakuan.
  • ANOVA 2 faktor (Two way ANOVA), Anova 2 factor tidak hanya melihat satu factor/kriteria saja tetapi juga mempertimbangkan factor lainnya seperti factor blok /petak atau kriteria lainnya.   Dua kriteria tersebut disusun dalam baris dan kolom. Kolom menyatakan kriteria klasifikasi satu dan baris menyatakan kriteria klasifikasi yang lain.
  • ANOVA lebih dari 2 faktor (misal Three way ANOVA).

Anova lebih dari satu factor menggunakan desain percobaan factorial, dan berbagai faktor /perlakuan yang diamati dalam penelitian tersebut bisa terjadi kemungkinan INTERAKSI satu dengan yang lainnya.

Berikut adalah Contoh sederhana untuk anova 1 (satu) faktor:

Percobaan varietas padi dengan menggunakan tiga varietas yang berbeda (varietas A, Varietas B dan Varietas C) ditanam di beberapa petak yang memiliki luas dan bentuk yang sama, kemudian hasil panen masing-masing petak tersebut diukur.”

Dalam contoh diatas dapat diketahui bahwa percobaan tersebut memiliki satu faktor (One way ANOVA) yaitu varietas, dengan 3 level yaitu varietas A, varietas B dan varietas C.

Untuk lebih jelasnya tentang anova 1 factor, Silahkan Anda lihat contoh kasus dan penyelesaian Anova 1 factor dalam artikel berikut:

Contoh penyelesaian soal Anova 1 faktor (one way ANOVA) secara manual

atau artikel berikut:

Contoh cara penyelesaian soal anova 1 faktor (One way anova) dengan menggunakan SPSS

Contoh sederhana  untuk ANOVA 2 (dua) Faktor :

Misalnya suatu percobaan penanaman padi dengan menggunakan 3 varietas padi berbeda yaitu varietas A, varietas B dan varietas C dengan menggunakan 4 jenis pupuk yang berbeda juga yaitu pupuk kandang, pupuk K, pupuk N, dan pupuk P, ditanam dibeberapa petak yang memiliki bentuk dan luasan yang sama.”

Dari contoh sederhana tersebut, kita dapat mengetahui bahwa percobaan tersebut terdiri dari dua faktor, yaitu faktor 1 (Varietas) terdiri dari 3 leve l (varietas A, Varietas B, varietas C)dan faktor 2 (pupuk) terdiri dari 4 level (pupuk kandang, pupuk K, pupuk N, dan pupuk P) .

Untuk lebih jelasnya, Silahkan Anda lihat contoh kasus anova 2 factor  dan penyelesaiannya dalam artikel berikut:

Contoh penyelesaian soal Anova 2 faktor (Two way ANOVA) secara manual

atau artikel berikut:

Contoh cara penyelesaian soal anova 2 faktor (Two way anova) dengan menggunakan SPSS

  1. ANOVA berdasarkan ulangan perlakuan terhadap subjek , dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu
  • Between Subjek ANOVA, masing-masing subyek hanya mengalami satu perlakuan yang berbeda dengan subyek lainnya. misal petak1 hanya ditanami varietas A, petak 2 hanya ditanami varietas C saja.
  • Within Subjek atau Repeat ANOVA, Masing-masing subyek mengalami semua perlakuan. Misal petak 1 selain mendapat perlakuan penanaman dengan varietas A juga mendapat ulangan perlakuan penanaman dengan varietas B dan C
  • Mixed Subjek ANOVA, dalam percobaan tersebut mengandung between anova dan juga repeat anova

Untuk pembahasan repeat atau within anova dapat dilihat dalam artikel berikut: perbedaan repeat anova dan between anova, kelebihan repeat anova dibandingkan between anova, dan contoh penyelesaian soal anova yang mengandung repeat anova dengan SPSS).

sameyadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *