Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.)

Diah Dwiningsih1, Suwedo Hadiwitoto2 dan Sri Anggrahini2

(1Dinas Kesehatan, Provinsi Jawa barat, 2 Jurusan Tek. Pangan dan Hasil Pertanian, FTP, UGM)

Abstrak

Kulit buah kakao (Theobroma cacao Linneus var. Forastero) merupakan suatu limbah dari produksi biji kakao yang nilai ekonomis sangat rendah dan pemanfaatannya masih terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari serbuk kulit buah kakao dengan berbagai pelarut.

Ekstraksi kulit buah kakao menggunakan cara maserasi dengan metanol, etil asetat dan heksana selama 24 jam. Ekstrak kulit buah kakao yang diperoleh ditentukan kandungan fenol dan flavonoid dan aktivitas antioksidan dievaluasi berdasarkan daya reduksi λ 700 nm dan penangkapan radikal bebas DPPH λ 715 nm.

Hasil pengujian menunjukan bahwa ekstrak kulit buah kakao dengan pelarut metanol menghasilkan kandungan fenol tertinggi pada ekstrak metanol (EM) ( 20,1373 g GAE/g berat ekstrak) dan terendah pada ekkstrak hekasana (EH)(0,4260 g GAE/g berat ekstrak). Kandungan total flavonoid tertinggi pada ekstrak etil asetat (EEA) (7,160 mg KE/g berat ekstrak) dan terendah pada ekstrak heksana (EH) (5,7933 mg KE/g berat ekstrak). Absorbansi daya reduksi tertinggi pada ekstrak metanol (EM) (0,86240) dan yang terendah pada ekstrak heksana (EH)(0,3458). Sedangkan daya reduksi sebagai BHT tertinggi pada ekstrak metanol (EM) (6,94 g BHT/g berat ekstrak) dan yang terendah pada ekstrak heksana (EH) (0,4747 g BHT/g berat ekstrak). Persentase aktivitas antioksidan tertinggi pada ekstrak etil asetat (EEA)(90,46%), BHT sebagai pembanding (80,83%), dan yang terendah pada ekstrak metanol (EM) (79,71%).

Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kulit buah kakao yang diekstraksi dengan metanol menunjukan aktivitas antioksidan yang lebih kuat dari etil asetat dan heksana.

sameyadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *